animasi  bergerak gif
Doraemon

Senin, 24 September 2012


                              MENCIPTAKAN SUASANA KELAS YANG KONDUSIF

Info dan opini pendidikan - Siswa akan dapat belajar dengan baik hanya dalam suasana belajar yang kondusif. Yaitu suasana yang mendukung terlaksananya proses belajar yang nyaman dan menyenangkan. Diyakini bahwa, proses belajar yang kondusif ini akan menghantarkan siswa pada hasil belajar yang optimal.

Suasana belajar yang kondusif memungkinkan siswa dapat memusatkan pikiran dan perhatian kepada apa yang sedang dipelajari. Sebaliknya, suasana belajar yang tidak nyaman dan membosankan akan membuat kosentrasi belajar siswa terganggu. Jangan harap hasil belajar yang optimal akan dapat diwujudkan. Kegiatan belajar dari menit ke menit hanya akan menghabiskan waktu alokasi pembelajarn dan berakhir jika sudah berbunyi bel pergantian jam pelajaran.

Ada 2 faktor penentu tercipta atau tidaknya suasana belajar yang kondusif. Pertama,suasana dalam kelas. Guru menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dalam pengelolaan pembelajaran di ruang kelas. Strategi dan metode pembelajaran yang digunakan sangat menentukan kondusif atau tidaknya suasana belajar. Kemudian bagaimana guru menguasai situasi belajar siswa. Guru tidak hanya perlu menguasai materi pelajaran, namun yang lebih penting adalah mampu menguasai dinamika kelas yang dihuni oleh berbagai sifat dan watak siswa. Jika  guru tidak mampu menguasai dinamika kelas, suasana kelas akan gaduh dan ribut oleh sikap dan perbuatan siswa yang beraneka ragam.
.
Faktor kedua, lingkungan di sekitar kelas atau sekolah. Suasana belajar yang kondusif akan tercipta apabila didukung suasana yang nyaman dan tentram di sekitar kelas atau sekolah. Lokasi sekolah yang berada terlalu dekat dengan keramaian, seperti; pasar, pinggiran jalan raya atau pabrik cenderung mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar. Tidak hanya persoalan bunyi, bau tak sedap pun dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa dalam belajar. Sekolah yang berada terlalu dekat dengan areal peternakan atau perkebunan karet misalnya, akan membuat suasana belajar menjadi tidak kondusif.

Jadi, suasana belajar yang kondusif akan tercipta apabila suasana di ruang kelas dan di lingkungan sekitarnya, mendukung terlaksananya proses belajar siswa. Proses belajar yang kondusif akan menghantarkan siswa pada hasil belajar yang optima.


Senin, 10 September 2012

Haornas Cup

Haornas Cup[1] is a football competition for players under the age of fifteen.

The tournament is held as part of the commemoration HAORNAS (National Sports Day). The team that competed in this tournament is thirty-three regional management teams Indonesian football association under the age of fifteen years category.

Haornas name stands for the Hari Olahraga Nasional (English: National Sports Day). In the last four years PT Medco became a sponsor of this competition, so the competition was officially named Medco Cup.

Competition format

The competition begins with a competition at the district/regency and the city that was held simultaneously across the board football union branches throughout Indonesia. The best team drove the next round of competition at the provincial level.

This provincial competition followed by the best teams from each competition that was held by the Indonesian football union branch manager in the area of the province. The competition is held by the Indonesian football association board area. Two to four best teams from every province of this round advanced to the national level or the Final level.

National competition held by the board Indonesian youth development section. This competition will produce future players for national team football Indonesia.

 

Rabu, 08 Agustus 2012

Tips Menjaga Kebersihan Rumah



Neraca

 

 Rumah memang memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan. Rumah yang nyaman adalah rumah yang sehat. Ventilasi yang buruk bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti penyakit pernapasan. Rumah yang mungil, rumah susun, hingga apartemen, cukup rumit dalam urusan menjaga pergantian udara. Namun Anda tetap dapat menjaga kebersihan udara dengan cara-cara berikut.

 

Tidak Merokok

 

 Untuk sebagian orang , asap rokok memang sesuatu tyang sangat mengganggu, selain dapat mencemarkan udara dalam rumah, asap rokok juga dapat menempel di perabotan rumah sehingga menghasilkan aroma tidak sedap. Asap rokok dapat dengan mudah melekat di sofa atau karpet. Jika ada anggota keluarga yang merokok, sarankan untuk merokok di luar rumah, seperti di teras atau balkon. Biasakan untuk mencuci karpet dan sofa secara rutin.

 

Basmi kutu dan serangga

 

Menjaga kebersihan rumah dari kutu juga merupakan hal yang penting. Kutu yang bersarang di bantal atau kasur dapat membahayakan bagi kesehatan, terlebih jika terhirup oleh hidung. Jemur kasur dan bantal secara rutin agar kutu busuk menyingkir, serta cucilah peralatan berbahan linen dengan air hangat setiap satu minggu sekali.

 

Kurangi penggunaan bahan kimia

 

Banyak yang tidak menyadari bahayanya menggunakan bahan-bahan mengandung bahan kimia. Menggunakan alat-alat rumah tangga yang mengandung bahan kimia juga dapat berbahaya bagi kesehatan. Salah satunya ialah spray yang mengandung aerosol. Mengurangi penggunaan alat-alat yang mengandung bahan kimia juga menjadi salah satu cara dalam melestarikan lingkungan.

 

Jaga kesehatan hewan peliharaan

 

Sebagian orang memang suka memelihara hewan di dalam rumah, menjaga kebersihan hewan peliharaan merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan rumah. Bulu-bulu hewan peliharaan dapat berbahaya bagi penghuni rumah yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma. Rajin-rajinlah menjaga kesehatan hewan, termasuk menggunakan kosmetik hewan yang dapat mengurangi kerontokan bulu.

 

Buka jendela

 

Menjaga kebersihan dan kesehatan rumah memang sangat penting, sirkulasi udara merupakan salah satu hal yang penting dalam kesehatan dan kebersihan rumah. Membuka jendela di pagi hari dapat membantu kelancaran pertukaran udara di dalam rumah. Udara kotor di dalam rumah berganti dengan udara sejuk dan bersih, terutama di pagi hari.

Senin, 06 Agustus 2012




Tips Menjaga Rambut

1. BERSIHKAN RAMBUT SECARA TERATUR
Agar kebersihan rambut dan kulit kepala terjaga, usahakan minimal membersihkan rambut anak dua hari sekali. Sebaiknya, aktivitas mencuci rambut bagi anak tidak terlalu lama. Satu atau dua menit pun cukup. Setelah itu, dibilas hingga bersih. Kebersihan rambut bisa membantu lancarnya sirkulasi darah pada kulit kepala. Rambut yang bersih juga membantu mengurangi stres dan membantu jaringan metabolisme agar tetap tumbuh dan berkembang secara normal. Kutu rambut pun tidak diberi kesempatan untuk hidup. Rambut wangi, bersih, dan segar.
Sedangkan pada bayi, keramas dapat dilakukan satu atau dua kali seminggu. Ingat, rambut bayi tidak terlalu kotor, selain tidak mengeluarkan banyak keringat. Rambut bayi juga tidak selebat rambut orang dewasa. Seminggu sekali bersihkan kulit kepalanya menggunakan baby oil lalu segera keramas.
2. PILIH SAMPO YANG TEPAT
Disarankan membeli sampo berkualitas baik yang mampu menghilangkan minyak, sisik kepala, dan membuat rambut si kecil jadi lebih lemas, gampang disisir, serta tidak mudah kusut. Ada banyak sampo pilihan buat anak. Sedangkan untuk bayi, pilihlah yang bahan aktifnya tidak mengiritasi mata dan tidak memicu alergi.
3 PILAH-PILIH SISIR
Gunakan sisir yang bergigi renggang atau sikat rambut yang tidak tajam. Sisiri rambut anak secara lembut. Bila tidak, salah-salah cara rambut si kecil malah rusak dan rontok. Jadikan acara menyisiri rambut ini sebagai ajang untuk menunjukkan kasih sayang dan menjalin kedekatan.
Kesehatan rambut erat kaitannya dengan pemilihan sisir yang tepat. Sisir yang kurang baik akan mudah menyebabkan rambut rusak atau rontok. Hindari membeli sisir berbahan nilon karena berisiko menyebabkan rambut mudah patah. Meskipun terlihat gaya, sisir berbahan metal juga dapat merusak rambut. Jangan lupa, bersihkan sikat dari sisa rambut yang tersangkut. Cuci dengan air hangat hingga bersih. Untuk bayi, gunakan selalu sisir bayi yang lembut.
4. GUNTING RAMBUT
Guntinglah rambut secara teratur. Selain untuk menjaga penampilan, rambut yang pendek juga memudahkan orangtua menjaga kebersihan rambut. Memotong rambut juga berguna agar ujung-ujung rambut tetap sehat, tidak bercabang, mudah patah, atau kering. Bahkan untuk bayi, orangtua bisa menggunduli anak dalam beberapa waktu tertentu. Selain rambut dan kulit kepala bayi mudah dibersihkan, rambut yang baru akan tumbuh lebih lebat dan hitam.
5. KONSUMSI MAKANAN BERGIZI
Rambut sehat memerlukan asupan nutrisi yang baik. Kurangnya asupan protein dan vitamin dapat membuat rambut rontok, kusam, kemerahan, berketombe, dan akhirnya rontok. Ingat, vitamin dan zat gizi berperan dalam menunjang kekuatan dan kesehatan rambut. Vitamin B kompleks, misalnya, jika asupannya kurang dapat menyebabkan rambut kusam, juga tumbuh suburnya ketombe. Sedangkan vitamin C dapat menjaga kekuatan akar rambut. Ingat akar rambut berperan dalam kesehatan rambut secara keseluruhan. Lewat akarlah, semua zat gizi diserap dan disalurkan ke rambut. Kurangnya zat besi juga berisiko menimbulkan kerontokan rambut. Zat belerang juga berperan dalam memberikan kilau pada rambut. Kandungan zat gizi ini dapat ditemukan pada ikan, telur, dan lain-lain. Sedangkan lemak berperan dalam menjaga kekuatan rambut, disamping kilau rambut.
Untuk bayi, sangat dianjurkan mengonsumsi ASI secara eksklusif. Ini karena ASI kaya kandungan gizi, tidak dapat tertandingi oleh susu formula atau nutrisi lainnya.
6. IKAT RAMBUT SAAT BEROLAHRAGA
Olahraga sangat baik untuk kesehatan. Namun, aktivitas itu juga berpotensi merusak rambut. Jika rambut anak panjang, ikatlah dan jepit ke atas. Pastikan rambut itu tidak menghalangi gerakan dan pandangan anak. Penggunaan ikat kepala atau bando juga bisa menjadi solusi. Selain tampil lebih gaya, rambut anak pun lebih terjaga. Bila menggunakan penutup kepala atau bandana, pilihlah yang cepat menyerap keringat sehingga tidak menumpuk di kulit kepala. Ingat, endapan keringat yang mengering dapat merusak akar rambut.
7. JAUHI SINAR MATAHARI
Terik matahari dapat merusak rambut. Itulah mengapa, saat bepergian di tengah terik matahari, usahakan memakai topi atau payung. Usahakan rambut terlindungi dari sinar matahari.
8. KENAKAN PENUTUP SAAT BERENANG
Saat berenang, kenakan penutup rambut setelah membasahi rambut seluruhnya. Selesai berenang cuci rambut untuk menghilangkan klorin yang menempel pada rambut. Jika mungkin kenakan kondisioner tanpa bilas sebelum Anda masuk ke kolam.
9. HATI-HATI SAAT MENGERINGKAN
Mengeringkan dengan handuk bisa jadi penyebab kerusakan rambut. Menggosok rambut basah dengan handuk membuat helai-helai rambut kusut dan mudah terjerat pada benang-benang di handuk, sehingga tertarik dan mudah putus, rusak pada kutikula, dan ujung rambut terbelah. Jadi, tepuk-tepuk saja rambut basah dengan handuk, lalu diurut sesuai arah pertumbuhan rambut. Memang cara ini agak makan waktu, tetapi berharga untuk rambut anak.